Collaboration

Malam guys.

“Jadi apa itu Kak generasi Baby Boomer, X dan Y?”

Silahkan tanya om google ya, pasti ketemu hehe.

So today gw dapet lesson yang gw rasa fresh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, which is rasanya bekerja sama dengan rekan kerja yang range usianya cukup jauh dengan kita apalagi cukup jauh keatas.

Sederhananya, lessons (pake s kan ya kalau jamak haha) tersebut bakal gw bikin per poin aja ya biar apa yang gw maksud gampang kalian cerna hehe.

 

1. Kegiatan Sosial

Ini adalah hal pertama kali gw mencoba berpartisipasi dengan kegiatan di sekitar rumah (hal ini yang bikin gw dihabisin pas wawancara beasiswa gara-gara ga care dengan lingkungan salah satunya, haha) dan gw rasa feel ketika berpartisipasi dengan kegiatan yang ada di lingkungan rumah dengan kuliah sangaaaat berbeda.

“Partisipasi dalam kegiatan mahasiswa merupakan trigger awal yang akan memancing kita untuk berkontribusi di lingkungan asal kita.”

Awalnya sih gw pikir kegiatan di kampus pasti lebih keren dengan kegiatan di lingkungan asal (iya sih umumnya hehe), namun setelah usut demi usut mayoritas pengurus / panitianya adalah mereka yang umumnya seusia orang tua kita (kita = gen y).

Akhirnya gw memberi kesimpulan mungkin minimnya partisipasi anak muda (termasuk saya pastinya hehe) yang memberikan kontribusi dalam lingkungan asalnya yang bikin acaranya agak kaku dan sangat salut dengan orang-orang cukup berumur yang masih bersemangat untuk memberikan manfaat kepada lingkungannya.

Berbicara lingkup sosial berbiacara mengenai volunteer yang artinya kita bekerja untuk suatu hal namun tidak mendapat bayaran (Insha Allah dapet pahala di akhirat, tssah). Ketika di kampus saja terkadang niat rekan-rekan kerja dinamis untuk 1 tahun kepengurusan, apalagi dengan dunia nyata saat hal-hal yang dipikirkan oleh rekan-rekan kerja kita bukan hanya kuliah, skripsi dan KPOP (eh wkwk), namun juga pekerjaan, keluarga dan lainnya.

Tantangan kegiatan sosial di kampus hanyalah sepersekian persen jika dibandingkan dengan kegiatan sosial di dunia nyata.

Jadi buat kalian yang pernah gabung dengan organisasi mahasiswa or kepanitiaan di kampus kalian, coba deh untuk minimal 1 kali berpartisipasi dalam kepanitiaan di salah satu acara di lingkungan asalnya. Gw yakin sudut pandang kita semakin luas.

2. Warna Kerja

Setiap generasi punya ciri khasnya tersendiri dalam bekerja. Satu hal yang menjadi catatan saya adalah tentang konsistensi bekerja dalam kegiatan sosial.

Gen Baby Boomer dan Gen X termasuk orang-orang yang setia dalam pekerjaannya. Cukup berbeda dengan Y yang suka berpindah-pindah dalam pos pekerjaanya.

Ya, maybe hipotesis tersebut juga yang menyebabkan dalam dunia profesional turn over gen Y tinggi haha.

3. Kondisi Pasca Nikah

Loh kok jadi bahas nikah?

Hehe tenang-tenang. Thing yang gw coba share adalah bagaimana saat menjadi orang tua dan mempunyai anak

“Secara tidak sadar sebagai orang tua kita akan mencoba memberikan yang terbaik untuk anaknya, sesusah apapun ujian hidup yang sedang dihadapi.”

Berhubung kegiatan yang saya ikuti terkait Idul Adha, dapat gw liat (terutama pada saat mengantri) banyak ibu-ibu yang sangat ingin mendapatkan daging dari panitia dan malahan kadang ga ngantri langsung serodok barisan begitu dibuka tempat pembagian dagingnya haha. Tapi ya gw sekarang jadi tau kenapa, ya untuk memberikan yang terbaik buat anak dan keluarganya salah satunya.

 

Dan masih banyak lagi yang sebenarnya yang ingin gw share, namun gw ga mau bikin tulisan yang panjang banget (alasan aja klw udah kehabisan ide wkwk).

That’s all fot today guys, selamat menikmati weekednnya πŸ™‚

Iklan

Reschedule and Pursue

Postingan dibawah ini dibuat pada 2 tahun yang lalu pada blog lama http://www.nur-statistika-unpad.blogspot.com , namun sepertinya si penulis tidak komitmen dengan apa yang sudah dibuat karena ketidak uletannya dalam memanajemen waktu dan berstrategi haha.

Untitled

Insha Allah, mencoba merealisaskannya di akhir tahun 2019 paling lambat jika Allah ridha πŸ™‚

Ke siapa? ya seperti gambar terlampir diatas

“Kamu bisa jadi sangat dekat dengan saya atau kita belum pernah bertemu saat ini, atau ya yang lagi baca tulisan ini (perempuan pastinya), hehe”

Happy weekend guys πŸ˜€

Kamu yang Membuatku Berubah

Hey …

Aku baru saja bertemu denganmu belakangan ini. Ada yang hal yang aku rasa cukup berbeda saat bertemu dengamu.

Hingga diri ini ingin memperbaiki sifat-sifat yang dirasa kurang baik.

Ya, mungkin bisa dibilang pada saat Ramadhan sebelumnya aku belum mempunyai kesibukkan, sehingga aku dapat membuat target ramadhan yang cukup tinggi dan fokus melaksanakannya.

Namun, saat aku mulai mendapatkan kesibukan pasca Ramadhan tahun lalu, aku merasa sedikit demi sedikit mulai mengurangi kualitas ibadah ku, baik dari ibadah wajib atau sunnah.

Astaghfirullah…

Kesibukkan dunia mulai membuat aku melupakan tujuan akhir hidup ini pada saat itu, hingga sebelum Ramadhan tahun ini datang, aku kembali melakukan peningkatan kualitas ibadah walaupun tidak sefull pada tahun lalu.

Alhamdulillah, Allah mendengar doaku dan aku pun merasa diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah disamping kesibukan ku yang cukup banyak belakangan ini.

“Mungkin banyak yang bilang dikarenakan kesibukan aktifitasnya saat ini seperti bekerja membuat kualitas ibadahnya menurun. Tapi menurut saya sih ini hanya mencari alasan untuk pembenaran kualitas ibadahnya.”

Faktanya dapat kita lihat di bulan Ramadhan ini banyak orang-orang dapat melakukan amalan sunnah disamping jam bekerjanya yang hanya berkurang antara 30 – 60 menit dari biasanya.

Dan perlu diingat, karena Allah lah kita mendapatkan pekerjaan saat ini. Masa kita melupakan yang memberikan rezeki begitu kita mendapatkan hal yang kita butuhkan, ga fair lah ya πŸ™‚

Ramadhan pun akan segera meninggalkan kita kembali, Insha Allah kita siap menyambut 11 bulan kedepan dengan kapasitas diri yang sudah diupgrade selama Ramadhan ini agar Ramadhan tahun depan kita dapat lebih maksimal lagi dalam investasi kebaikkan.

 

Selamat berkarya guys πŸ™‚

Jodoh Itu …

Waktu itu kami sedang pulang bersama-sama. Matahari sudah bergantian tugas dengan bulan untuk menerangi bumi.

Namun busway yang kami tunggu di halte, datang cukup lama dan sekalinya datang selalu penuh, sehingga sudah beberapa busway lewat kami tidak masuk tidak kunjung datang juga hingga salah seorang temenku menyeletuk:

“Ini kayak nunggu jodoh ya, belum dapet-dapet”

Sontak kami tertawa sejenak. Godaan-godaan pun mulai datang, seperti untuk jalan saja atau memesan angkutan online menuju stasiun kereta terdekat. Mungkin karena kami sudah terlanjur menunggu cukup lama, akhirnya kami semua berpikir postif akan mendapatkan busway yang bisa kita masuk.

Usaha, doa dan hasil tidak pernah berbohong. Kurang lebih 30 menit meunggu, akhirnya kami akhirnya mendapatkan buswayΒ  cukup kosong yang bisa menampung kami semua.

Cerita tersebut mungkin sepertiΒ  balasan buat orang yang sabar menunggu jodoh, datang di saat yang tepat, hehe.

Sebenernya jarang sih bahas-bahas tentang jodoh, karena saya yakin udah banyak akun-akun medsos yang share tentang kejodohan hehe. Tapi disini saya ingin menggarisbawahi tentang jodoh, particularly tentang menikah.

Menikah adalah suatu momen dimana antar pasangan siap menoleransi kekurangan pasangannya dan siap menjalankan visi bersama until the rest of their life

Menikah itu saling melengkapi, sebuah statemen yang sering saya dengar. Mungkin benar, tapi saya rasa lebih tepatnya siap menerima kekurangan pasanganya karena kita adalah manusia yang jauh dari sempurna dan perlu banyak belajar untuk memperbaiki diri.

Jadi ya itu aja sih intinya.

Selamat menikmati detik-detik Ramdhanya dengan amalan-amalan ya, mumpung lagi banyak keberkahan dan pahala yang bisa didapat di bulan suci ini πŸ™‚

 

Should I Go to Pare ?

Well, langsung aja ya, berhubung belakangan ini lumayan banyak yang nanya mengenai belajar bahasa Inggris di Pare, berikut ringkasannya dalam bentuk Question (Q) & Answer (A) hehe.

 

Q: Perlu ga sih ke Pare Kang?

A: Antara perlu dan ga perlu, menjadi perlu banget kalau ada tujuan jelas kesananya mau ngapain, kayak S2 di luar negeri, TOEFL buat daftar kerja atau cari jodoh hehe. Nah ga perlunya sih kalau ikut-ikutan aja, takutnya malah ga dapet apa-apa disana, kerjaanya ngeluh melulu mau pulang.

Q: Wah kayaknya saya punya alasan kuat nih buat belajar ke Parenya, kira-kira harus mulai dari mana ya?

A: Nah ini cukup panjang nih, umumnya seperti ini:

  • Tentukan estimasi waktu yang ditentukan (Apakah 2 minggu, 4 minggu, etc)
  • Budget yang dialokasikan (biaya les, biaya tempat tinggal, makan, transport pulang pergi dan jalan-jalan)
  • Skill yang mau ditingkatkan (Be spesific, IELTS, TOEFL atau general skill karena akan berpengaruh dengan lembaga yang akan dipilih)
  • Tempat tinggal (Asrama atau kosan)

Q: Oke-oke aku mulai kebayang nih Kak, tapi program belajar di pare sendiri itu gimana sih?

A: Umumnya semua program di pare itu mulai setiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya. 1 program itu biasanya untuk 2 pekan (terhitung 10 pertemuan di hari kerja, biasanya 5 hari per pekan).

Q: Dalam satu program ada batasan paling banyak berapa kelas kak? bolehkah lintas lembaga atau lebih dari satu?

A: Bebas, satu kelas umumnya 1.5 jam untuk 1 pertemuannya. Jadi kalau ambil 3 program total belajar sehari 4.5 jam. Bisa saja lintas lembaga asal waktu yang dipilih jangan bentrok antar lembaganya. Tidak ada hukuman jika tidak hadir di salah satu kelas yang bentrok, namun rugi aja kita sudah bayar tidak mendapatkan hak. Terkait kelas harus benar-benar bijak dalam memilihnya karena jadwal kelas dalam satu lembaga pun bisa bentrok.

Q: Rata-rata 1 kelas untuk 1 program itu berapa harganya Kak?

A: Saya bukan promosi lembaga Global English ya, tapi berhubung dulu ambil disana jadi adanya jadwal disana. hehe

143161

*Harga pas akhir tahun 2015, jadi bisa dipastikan sudah naik sekarang hehe

Q: Kalau untuk kosan atau tempat tinggalnya sendiri gimana Kak?

A: Harganya cukup bervariasi, dari 100 hingga up to 1 juta, dari yang 2 minggu atau 4 minggu.

Q: Oke-oke aku udah kebayang nih Kak, kalau kesananya kan naik kereta yang ke arah stasiun Kediri. Dari stasiun Kediri ke Parenya naik apa ya?

A: Sejauh ini belum ada kendaraan umum yang satu kali berangkat langsung ke Parenya, perlu sambung menyambung. Cukup ribet karena kita pasti membawa tas / barang bawaan berat. Kebetulan saya punya kontak Pak Giso (081556654713), beliau driver angkot yang bisa dibooking h-1 sampai Pare dan biayanya tergolong murah which is 25 ribu, cukup murah jika dibandingkan dengan jasa agen lainnya.

Q: Sipp, udah kebayang nih end to end process nya disana. Selain belajar, ada kegiatan apa saja yang bisa kita lakuin Kak?

A: Banyaaak, kamu bisa bikin grup belajar jika ingin mengakselerasi kapsitas bahasa Inggris kamu, jalan-jalan ke objek wisata sekitar Pare seperti simpang lima. Tapi di Pare masih belum tersedia bioskop jika kamu ingin nonton movie terbaru.

Q: Oia kelupaan dan cukup penting nih, harga makanan dan minuman disana kisaran berapa Kang?

A: Tegolong murah, gorengan saja 500 rupiah masih dapat 1 hehe.

Q: Okee, thank you very much ya Kang.

A: Yup, anytime hehe πŸ™‚

 

Kira-kira seperti itu guys, mungkin belum tercapture sampai detail. Overall seperti itu.

“Untuk yang belum bekerja dan baru saja lulus, saya sangat merekomendasikan untuk belajar Bahasa Inggris ke Pare, walapun cuman mengambil program yang 2 minggu, karena kalian akan mendaptakan teman baru, ilmu baru dan pelajaran hidup baru. Sebelum kalian akan sibuk akan dunia pekerjaan nanti.”

Waktu ideal untuk belajar di Pare?

“Saat liburan semester bagi yang sedang kuliah. Karena kalian bisa merencanakan dan mempersiapkan kehidupan pasca lulus sarjana tanpa menganggur agak lama.”

Kalau sudah terlanjur lulus?

“Ga masalah, effort never betray results, yang penting tujuan kita jelas dan niat kita kokoh.”

Semoga bermanfaat πŸ™‚

IELTS’ Class

Well, mungkin sebagian dari kita umumnya mengenal istilah TOEFL saat berbicara tes sertifikasi bahasa Inggris. Itu juga sebenarnya ITP yang merupakan salah satu jenis tes TOEFL hehe.

Namun, do you know that, seiring berkembangnya zaman, ITP semakin jarang diterima sebagai syarat jika ingin lanjut kuliah ke luar negeri (khususnya negara berbahasa ibu Inggris), mungkin dikarenakan tes tersebut tidak menguji kemampuan aktif kita (writing dan speaking). TOEFL IBT dan IELTS merupakan tes sertifikasi bahasa Inggris yang saat ini diterima diseluruh negara.

Ya, pada saat ini saya akan sedikit share pengalaman ketika mengajar kelas IELTS di jatinangor.

First of all, perlu diketahui walaupun saya mengajar IELTS, saya masih perlu belajar banyak mengenai IELTS. Hal yang mendasari saya ingin membentuk kelas ini adalah sebagai bentuk transfer ilmu kepada beberapa adik kelas saya di kampus Unpad secara sukarela ketika saya belajar IELTS di kampung Inggris Pare πŸ™‚

Nah kali ini akan saya perkenalkan anggota-anggota kelas ini, mereka ada Luqman (TI 2012), Mutia (Fikom 2012), Merint (Fapsi 2012), Habib (FPIK 2011), Fauzi (Faperta 2010) dan Yanto (Fapet 2010).

Total pertemuan kelas ini ada 8, yang terdiri dari:

  1. Preliminary Test
  2. Listening for IELTS
  3. Reading for IELTS
  4. Writing task 1 for IELTS
  5. Writing task 2 for IELTS
  6. Speaking for IELTS
  7. Final Test
  8. Final Test’s Result

Listening dan reading termasuk dalam skill passive sedangkan writing dan speaking termasuk dalam skill active. Jadi sub ceritanya bakal sesuai tiap pertemuan ya hehe

1. Preliminary Test

Jpeg

 

Tes ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan murid-murid, sehingga materi-materi yang akan diberikan dari listening, reading, writing dan speaking pada pertemuan selanjutnya dapat disesuaikan.

Jadi murid-murid pun tidak perlu belajar atau stress mengingat tes ini untuk mengetahui kita bakal start dari mana hehe.

Oia hampir lupa, lokasi yang digunakan adalah Ziul Residence dekat lapangan bola Ciawi. Hatur nuhun ya Bang Ziul udah mau memberikan tempat buat ngajarnya hehe.

2. Listening for IELTS

Jpeg

Loh kok pada berkelompok?

Nah, jadi memang untuk latihan listening, saya membagi mereka dalam beberapa kelompok setelah saya memberikan materi mengenai listening. Lalu saya akan memutar 2 kali audio IELTS, hal ini bertujuan agar saat proses diskusi dengan rekan kelompok proses belajar dapat didapat.

Hal yang saya tekankan ketika sharing listening adalah memahami pertnayaan dan kalimat yang diucapkan oleh narator.

Lalu bagaimana saya tau kalau skill listening saya meningkat?

Dalam 1 kali pemutaran audio, total benar sudah diatas 25

3. Reading for IELTS

Jpeg

Berkelompok lagi?

Ya, bukan maksudnya saya ga ngajar banyak ya hehe. Lagi-lagi kelompok ini sudah dibentuk setelah saya sharing tentang reading. Hal yang menjadi cukup penting dalam reading adalah memahami perintah soal dengan baik.

Lalu bagaimana saya tau kalau skill reading saya meningkat?

Dalam waktu 1 jam, total benar sudah diatas 25.

4. Writing task 1 for IELTS

Jpeg

Kok sekarang sendiri-sendiri?

Jadi serba salah deh (kayak lagu Raisa aja hehe)

Writing task 1 mengukur sejauh mana kita dapat membuat laporan dari data yang diberikan tanpa memberikan opini-opini yang ada, semua harus sesuai dengan data yang disajikan.

Berhubung ini adalah tes kemampuan aktif, jadi ga ada jawaban pasti yang benar seperti listening dan reading yang sudah ada kunci jawabannya. Tidak ada jawaban salah atau benar, yang ada disini adalah jawaban baik yang sudah memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Sharing yang saya tekankan disini adalah memahami pola jawaban dari berbagai jenis sajian data yang didapat, agar mengetahui pola penulisan yang baik seperti apa.

Lalu bagaimana saya tau kalau skill writing task 1 saya meningkat?

Dalam waktu 20 menit, writing task 1 selesai dikerjakan dengan minimal 150 kata, 4 paragraf, vocabulary struktur grammar yang bervariasi.

5. Writing task 2 for IELTS

Jpeg

Loh kok kelas writingnya dua kali?

Jadi dalam tes writing itu terdapat 2 test, yaitu task 1 dan task 2 dalam waktu 1 jam. Terserah mau kerjain dari yang mana, yang jelas dalam waktu 1 jam, kedua tes itu harus selesai. Perlu diketahui nilai writing task 2 adalah 2 kali lipat dari nilai writing task 1.

Bedanya dengan writing task 1 adalah disini kita bebas untuk beropini dan memberikan fakta yang mendukung dari opini kita. Writing task 2 umumnya menanyakan pendapat kita dari sebuah fenomena yang diberikan. Disini hal yang saya tekankan adalah memahami pertanyaan soal dan membuat struktur paragraf yang baik dan berbobot.

Lalu bagaimana saya tau kalau skill writing task 2 saya meningkat?

Dalam waktu 40 menit, writing task 2 selesai dikerjakan dengan minimal 250 kata, 4 paragraf, vocabulary struktur grammar yang bervariasi.

6. Speaking for IELTS

Jpeg

Loh, emang ini kelas dandan ya?

Haha bukan, ini adalah kelas speaking dimana tiap orang berbicara selama 2 menit lamanya dengan syarat tidak boleh menggunakan vocabulary yang disepakati untuk tidak boleh diucpakan.

Ya saya tau, speaking adalah sebuah hal yang cukup ditakuti ama saya juga, dimana kita harus berbicara dengan bahasa Inggris semedok atau sedatarnya berbahasa Inggris kita.

Hal yang saya tekankan ketika sharing speaking adalah, terbiasa dengan huruf phonetic, pahami trik-trik tiap test part dari speaking dan ubah vocab umum yang sering digunakan menjadi intermediate.

231Khusus untuk kelas speaking, kita mengadakan kelas online juga dengan Mba Nova (FMIPA UNY 2009) berhubung skill bahasa Inggrisnya udah kece, terutama aksen Britishnya, hatur nuhun ya Mba atas bantuan dan sharingnya hehe.

Lalu bagaimana saya tau kalau skill speaking saya meningkat?

Minimal kita dapat menjawab 1 pertanyaan dengan 2 kalimat yang terdiri dari 2 strukutur grammar yang berbeda, selain itu kita sudah jarang menggunakan vocabulary umum dan pronounciation kita sudah sesuai dengan yang ada di kamus untuk tiap vocabnya.

7. Final Test

Jpeg

Loh kok orangnya beda lagi?

Ya, pada final test ini saya membolehkan murid saya untuk mengajak temanya jika ingin tau real test IELTS seperti apa. Ada Najih (FTG 2012), Ade dan Ridha (Statistika 2014). Terima kasih juga buat Abdul Kholik (yang pake kacamata lagi berdiri udah bantu di hari H).

Jpeg

Wah yang ikut kelas dari pre test ga lelah ya?

Nope, kita pertemuannya 1 kali per materi dan jadwalnya sesuai kesepakatan bersama. Selain preliminary dan final tests, waktu belajar kita hanya 3 jam per harinya. Sisanya belajar di kosan atau rumah masing-masing dari modul yang diberikan.

Jpeg

Kalau real test duduknya bersebelahan ya?

Sebenarnya tidak, namun karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki jadi satu meja untuk berdua. Namun bisa saya jamin, yang ada di final test ini pada jujur-jujur kok πŸ™‚

Oia untuk real tes, saran saya adalah jangan belajar h-1nya dan pastikan jangan makan yang pedes-pedes sebelum hari h.

Percayalah usaha tidak akan membohongi hasil πŸ™‚

img_20160925_145308

img_20160925_145445

Setelah itu kita sharing-sharing IELTS dan study abroad dan tak lupa grup picture bareng2 biar kekinian hehe πŸ˜€

8. Final Test’s Result

Jpeg

Yey and finally kita sampai pada pertemuan terakhir, yaitu pembagian hasil tes dari final tes pekan sebelumnya.

Berapapun hasilnya, semoga semangat belajarnya terus tetap ada ya πŸ™‚

Jpeg

And thank you very much atas kadonya, mohon maaf dalam pengajaranya saya pasti banyak kesalahan πŸ™‚

See you on top guys

Serba Berubah

Pernahkah kalian merasa

Semenjak sudah mulai canggihnya teknologi di dunia, terutama di Indonesia

Telah menyebabkan pola masyarakat berubah

Salah satu hal yang cukup signifikan yaitu ini :

“Yang tadinya jarang foto diri sendiri atau istilah kekiniannya selfie, jadi lumayan sering. Dimana salah satu faktor terkuatnya adalah kehadiran kamera 360, yang sangat memudahkan kita mengatur dalam melakukan selfie. Btw, udah ada berapa puluh foto pribadinya di hp? hehe :p”

Hal ini pun didukung dengan sosial media berbasis foto seperti Instagram atau Snapchat merupakan aplikasi yang “wajib” ada di hp masyarakat, particularly anak mudanya.

Namun, ada suatu hal yang memang perlu diperhatikan dan sangat bijak dengan yang satu ini, yaitu:

“Tak jarang medsos membuat tangan kita gatal untuk mengeluhkan sesuatu atau mengekspresikan suatu hal. Memang sih plong, seperti habis meluapkan sesuatu, tapi secara tak langusung everyone in the wolrd will notice that.”

Ya, tulisan ini tentunya akan memiliki banyak multi tafsir dari yang membaca, hehe.

Intinya, bijak-bijak dalam memakai medsos atau teknologi saat ini, ga ada yang salah atau bener because that is people’s right πŸ™‚